Minggu, 26 April 2015

Dhuha

Shubuh merambat seperti biasa
Mengganti sepertiga malam syahdu
Masih seperti biasa
Terlihat raganya tersengal perlahan, berat
Matanya terpejam menanti kedamaian
Sepertinya menunggu....
Takbir meluncur fasih dari sang Ayah tercinta
Demi dhuha rutinnya
Dua rakaat terlewati
Empat rakaat manis
Enam rakaat khusuk
Delapan rakaat sempurna
Munajat terangkai melilit naik ke arsyNYA
Kulihat tubuhnya semakin tersendat2
Kugendong sebentar napasnya luar biasa berat
Kulihat beberapa tangan berebut menangguhkan waktu
Tangan-tangan mencoba menghentikan takdir
Aku beku.....
Sejenak nafasku terhenti dan masih penuh asa
Kudengar erangan...rintihan mungilnya
Kubisikkan salam perpisahan
"ibu ikhlas nak...andai kau sudah tak kuat lagi silahkan peluk Allah tercinta..."
Pipiku basah kuyup
Aku tak mampu menghapus lauh mahfudzNYA
Demi menangguhkan ajal putriku
Subhanallah dia tahu kapan perginya
Dia menunggu dhuha ayahnya sempurna
Allahuakbar....
Alhamdulillah KAU jemput putriku di hari mulia bada dhuha ayahnya

Rindu yg tak pernah menipis

Rindu yg tak pernah menipis
Bergeming
Diam
Rindu yang tak berujung
Menanti
Kosong

Jumat, 24 April 2015

LUKA

Mengoyak tanpa babibu
Tanpa pandang
Mengiris tipis dengan rangkaian serapah
Tanpa menyebut yang dimaksud
Pedang tak lagi setajam lisannya
Luar biasa tatkala rentetan kata menghujam sebuah hati
Mata memerah tanda amarah klimaks
Muntahan kata-kata semakin menjadi
Tanpa ada yang berusaha menghentikannya
Tak ada yang peduli ada hati yang terkoyak
Teriris tipis habis
Tak ada yang berusaha mengusap air matanya
Tak ada.....
Yang didengar dan terdengar hanyalah serapahnya
Oh....Ada tangis yang semakin mengisak
Luka...sakit...perih
Ada hati terkoyak moyak
Luka menganga
Sampai kini.....

Jumat, 27 Februari 2015

Mengukir Nama Untukmu

Wajah-wajah lesu
Wajah-wajah tanpa senyum
Wajah-wajah berlipat
...apalagi keningnya
Demi sebuah nama untuk Sang Penguasa Tercinta
Demi permintaan upeti yang tak bernominal
Tidak...Dia tidak pernah bersuara tinggi
intonasinya merdu
merdu menusuk
Tidak....Dia tidak pernah memukul meja
jauh dari anarki
namun titahnya mampu menggerakkan semua kaki prajurit
mereka pun bersedia dan terpaksa berdarah-darah
demi sebuah penghargaan
demi dilihat banyak orang
namun apakah Sang Penguasa yang di sana melihat luka-luka mereka
Hanya Tuhan yang Mengerti dan Mencatatnya

Pekalongan, 27 Februari 2015 


Senin, 15 Desember 2014

Ketika Peraturan Baru Membuat Gelisah

Inilah Idealis versus realitas

Di depanku..
Aku melihat..
Geleng kepala dan hanya bisa mengelus dada
Bukan sok suci

Kita manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sempurna dengan segala 'kelengkapannya'. diberiNYA kita kemampuan membedakan mana yang baik dan buruk, harusnya dari diri kita selalu menggunakan perangkat tersebut dalam setiap nafas dan langkah.
Di depanku..
Di mana tempat aku beraktifitas antara yang rajin berkarya dan yang santai hampir lebih banyak yang santai (semoga saya pun salah melihat).
Hal ini memunculkan kesenjangan emosi,  bagaimana tidak di kala yang lain pada mengerjakan tugas dan kewajibanyya sebagian yang lain hanya duduk-duduk manis sambil mainan hape, ngobrol alias NATO.
Di mana sebagian bisa berangkat pagi, di samping itu kita melihat yang lainnya dengan santai melenggang kangkung berangkat jam yang seharusnya sudah produktif melakukan pekerjaan. Akhirnya muncullah kebijakan dengan peraturan dan peralatan baru yang membuat dan memaksa semua harus sesuai jam kerja. Tapi apa?
komentar-komentar sinis, akal licik pun mulai berhamburan untuk mencoba mencari celah agar peraturan tersebut bisa dilanggar...
o..o..ooo begini ya ternyata ketika sebuah sistem akan dibentuk lebih baik...sebuah dinamika kehidupan yang sangat wajar
Semoga kita termasuk orang-orang yang dapat melihat hal yang baik agar menjadi lebih baik..aamiin

Kamis, 11 September 2014

Jenuh

hmmmm jenuh...
kata ini akan muncul dengan sendirinya ketika kita dalam posisi sudah 'malas' untuk merasakan sesuatu akibat rutinitas yang itu-itu saja. Mungkin saja hal ini terjadi pada orang yang nyaman di 'zona nyaman', di mana orang tersebut enggan melakukan hal baru atau tantangan baru. Inilah resikonya...jenuh bakal melanda dengan segera.

Dan mungkin sayalah salah satu dari golongan tersebut :-(
Tapi tidak baik juga jika kita sengaja menikmati kejenuhan ini, hal ini bisa saja membuat diri kita "stuck" atau mati tapi hidup...nah lho ZOMBIE dong.

Maka dari itu kita harus segera refresh dari kita dengan mencari hal-hal baru yang bisa merangsang bangkitnya semangat kita...
Kita harus berani out of the box......
memang ada kalanya kejenuhan itu dinikmati....namun tidak dalam waktu yang lama


Selasa, 27 September 2011

jus buah...jus buah...slurpppp

Sering kali buah hati kita tertarik dengan sesuatu yang warna warni. Minuman yang sering dijumpainya di sekolah-sekolah membuat buah hati kiyta tergiur mencicipinya. Aduh bunda pasti kita khawatir ya dengan hal-hal tersebut,kita tidak tahu air tersebut higienis atau tidak, bagaimana dengan pewarnanya?banyak info yang negatif soal pewarna tersebut. Ayukkk bunda kita buat minuman segar sendiri dengan buah segar tentunya...slurppp

Posted by ShoZu